Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Kelurahan Joyotakan dengan melibatkan unsur gabungan sebagai upaya memperkuat sinergitas antar instansi dalam penanggulangan bencana, khususnya dalam kondisi darurat yang memerlukan dukungan pasokan listrik cadangan.
Serma Rumbawa mengungkapkan bahwa Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pengecekan peralatan genset, meliputi kondisi bahan bakar, oli mesin, kabel, serta kelayakan panel listrik. Selanjutnya peserta diberikan penjelasan teknis mengenai bagian-bagian genset, fungsi masing-masing komponen, serta prosedur standar pengoperasian. Dalam praktik lapangan, peserta secara bergantian mencoba menghidupkan genset, mulai dari membuka kran bahan bakar, mengatur choke, melakukan starter, hingga memastikan mesin berjalan stabil. Selain itu juga dilakukan simulasi pemasangan kabel ke sumber beban, seperti penerangan darurat dan peralatan pendukung lainnya.
Tidak hanya itu, dalam latihan juga diberikan materi tentang penanganan gangguan ringan padahal genset, seperti mesin tidak mau hidup, suara mesin tidak stabil, maupun langkah penghentian mesin yang aman setelah digunakan. Personel Damkar dan BPBD turut memberikan arahan terkait aspek keselamatan, seperti penempatan genset di lokasi terbuka, menjaga sirkulasi udara, serta menghindari potensi kebakaran akibat bahan bakar, Tegas Serma Rumbawa
Melalui kegiatan latihan ini, diharapkan Babinsa, Linmas, serta personel Damkar dan BPBD Kota Surakarta memiliki kemampuan teknis yang memadai dalam mengoperasikan genset secara cepat, tepat, dan aman. Dengan demikian, apabila terjadi bencana alam yang mengakibatkan pemadaman listrik, seluruh unsur yang terlibat sudah siap mendukung operasional penanganan bencana serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, ungkapnya

Social Header