Kabupaten Asahan, detikxpose.com, Ketua Gerakan Peduli Masyarakat (GPM) Bangun Simorangkir, SP menyampaikan sikap kekecewaan saat jumpa pers kepada awak terhadap Assiten 1 Pemerintahan Kabupaten di sekretariat Jl. T. Amir Hamzah No. 25/16 Kelurahan : Selawan Kecamatan : Kota Kisaran Timur , Selasa (16/06/)2026)
Berawal dari unjuk rasa dari Aliansi Masyarakat dan Pemuda Bandar Pulo pada hari senin tanggal 15 Juni 2026 di lingkungan Kantor Bupati Kabupaten Asahan
Kejadian bermula setelah Asisten 1 Sekretariat Daerah Kabupaten Asahan yaitu Azmi, selesai menerima dan menanggapi penyampaian aspirasi dari para peserta aksi. Setelah seluruh peserta membubarkan diri secara tertib, Asisten 1 Azmi kemudian berjalan menuju kendaraan dinasnya.
Melihat hal tersebut, Ketua GPM Asahan, Bangun Simorangkir, SP — yang juga merupakan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dari Medan dan didampingi oleh Andre selaku Sekretaris GPM Asahan — berinisiatif mendekat dengan niat baik. Maksud kedatangannya adalah memohon waktu sejenak untuk meminta keterangan dan konfirmasi lebih lanjut terkait pokok permasalahan yang melatarbelakangi aksi tersebut.
“Ketika Asisten 1 Azmi berjalan menuju kendaraannya, saya sudah memanggil beliau, namun seolah tidak terdengar. Beliau langsung masuk ke dalam mobil tanpa menghiraukan panggilan tersebut. Saya pun berusaha mendekat untuk menyampaikan maksud kedatangan, namun tetap tidak mendapat perhatian.
Kendaraan yang ditumpangi pun segera melaju pergi tanpa memberikan ruang sedikit pun untuk berkomunikasi,” jelas Bangun.
Menurutnya, sikap yang diperlihatkan demikian dirasa kurang mencerminkan etika pelayanan dan keterbukaan yang seharusnya dimiliki oleh aparatur negara, khususnya pejabat yang mewakili pemerintah daerah dalam berinteraksi dengan unsur masyarakat.
“Selayaknya pejabat pada jenjang tersebut, yang diharapkan memiliki integritas, kedewasaan sikap, serta kesadaran melayani publik, dapat menyikapi kehadiran unsur pengawas dan komponen masyarakat dengan cara yang lebih santun dan terbuka. Sudah selayaknya ruang komunikasi tetap dijaga, bukan dihindari atau ditutup sama sekali,” ujarnya dengan nada bijak.
“Kami hadir dengan niat baik, sekadar ingin melengkapi informasi dan membangun komunikasi yang sehat, namun justru disikapi dengan cara yang menutup akses untuk berbicara,” tambah Bangun Simorangkir.
Sehubungan dengan kejadian tersebut, pihaknya menyampaikan permohonan kepada Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, S.Sos, M.Si, agar kiranya berkenan memberikan pengarahan kepada seluruh jajaran pejabat dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Asahan.
Diharapkan agar senantiasa menjunjung tinggi nilai kesopanan, etika berkomunikasi, serta bersikap terbuka dan menghormati kehadiran setiap unsur masyarakat yang ingin menyampaikan hal-hal yang bersifat konstruktif.
“Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari, agar tetap terjalin hubungan yang harmonis, saling menghargai, serta komunikasi yang transparan antara pemerintah daerah dengan segenap lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Social Header